Saya bertanya-tanya, apa yang terjadi. Jangan-jangan, kemacetan ini sampai beberapa kilometer, seperti pernah saya alami ketika sejumlah bagian jalan lintas Sawangan-Depok itu sedang dicor dulu. Untunglah, kemacetan itu sekitar 15 menit saja. Beberapa meter sebelum Perumahan Bukit Rivaria Sawangan, saya menyaksikan pemandangan yang menggelikan sekaligus menjengkelkan: air tergenang di jalanan yang berlubang-lubang.
Itulah sumber kemacetan itu. Dek mobil saya sampai berbunyi duk alias kandas di salah satu lubang yang ditutup air itu. Saya jadi ingat Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail: mengapa jalan itu tidak diperbaiki. Beberapa hari lalu, saya cerita kepada teman di kantor yang rumahnya berada di Bukit Rivaria. Ia bercerita pernah menyampaikan hal itu kepada salah satu petinggi Depok yang sempat makan di restoran milik teman itu. Jawaban petinggi itu, menurut saya, menggelikan: "Nggak punya duit, Bu." Ah! Klise.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar